Pengawasan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Triwulan 4

Tim Terpadu Pengawasan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Kota Palu Tahun 2019 kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah menara di Kota Palu pada triwulan IV tahun anggaran 2019.

Tim terpadu ini terdiri dari sejumlah pejabat dan staf dari Dinas Kominfo, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Jumlah menara telekomunikasi yang terdata tahun 2019 sejumlah 218 menara yang tersebar di seluruh wilayah di Kota Palu. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pengendalian Menara Telekomunikasi maka tim secara berkala melakukan pelayanan pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang berada di wilayah Kota Palu untuk memastikan kondisi menara berfungsi dengan baik dan tidak membahayakan keselamatan masyarakat serta keberadaannya tetap memperhatikan nilai estetika dalam pemanfaatan ruang.

Atas jasa layanan pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang dilakukan, Drs. Bambang Nugraha Kabid Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Kota Palu sebagai salah satu anggota tim mengatakan bahwa sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota Palu Nomor 52 Tahun 2017, provider berkewajiban membayarkan retribusi pengendalian menara telekomunikasi setiap tahun yang besarannya berkisar Rp. 3.005.100,- sampai dengan Rp. 3.339.000,- tergantung dari jenis menara. “Retribusi ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu sehingga tim berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara maksimal agar para provider pun melaksanakan kewajibannya untuk membayar retribusi,” jelasnya. Pada pengawasan di bulan Oktober dan November ini tim menemukan beberapa menara yang memerlukan perbaikan sarana dan pra sarana, seperti pagar pengaman yang roboh saat bencana, box yang terbuka dan menjadi sarang burung, plat identitas yang belum terpasang, peralatan yang berserakan di halaman. Hasil temuan saat pemeriksaan ditindaklanjuti dengan penyampaian ke pihak provider untuk dilakukan penanganan secepatnya.