Pada tanggal 2 – 3 November 2022 rombongan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palu yang terdiri dari Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Inhar, S.Sos., M.Si.), dua orang Pranata Komputer Ahli Muda (Novy Ponggele, S.T., M.M. dan Yuli Ekasanti, S.Sos., M.Si.), Pengendali Teknologi Informasi (Ni Nyoman Tris Ina Parwati, S.Kom), dan dua orang staf Bidang Aplikasi dan Informatika (Farhan Brata Prawira dan Gita Purnama) melakukan Studi Tiru Smart City ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar. Rombongan diterima oleh Sekretaris  Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Gde Wira Kusuma) didampingi oleh Kepala Bidang Pengelola Informasi Publik (I Ketut Agus Indra Diatmika), Pejabat Fungsional Pranata Humas, dan Staf yang menangani Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Pemaparan dilakukan oleh Sekretaris Dinas Gde Wira Kusuma, yang antara lain menjelaskan pembuatan Masterplan Smart City Kota Denpasar yang dilakukan sejak tahun 2017 dengan pendampingan dari pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan diterbitkan menjadi sebagai Peraturan Wali Kota pada tahun 2019.Pembangunan Smart City di Kota Denpasar meliputi 6 (enam) elemen yaitu: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment. Dinas Komunikasi, Informatika dan statistik Kota Denpasar sudah membentuk Dewan Smart City guna membantu pengarah dalam melaksanakan kegiatan selain Dewan Smart City ada juga membentuk komunitas kecil lainnya untuk mengembangan Smart City di Kota Denpasar, Smart City tidak harus inovasi teknologi tapi bagaimana solusi kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat itu lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhannya.

Lebih lanjut Sekretaris Dinas Kominfo, dan Statistik Kota Denpasar menjelaskan tujuan dari realisasi Denpasar Smart City adalah untuk menjadikan Kota Denpasar yang cerdas dalam pengembangan dan pengelolaan berbagai sumber daya, untuk digunakan secara efektif dan efisien, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat memaksimalkan pelayanan publik serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.Kota Denpasar tidak memiliki sumber daya, sumber daya Denpasar adalah sumber daya kreatif bagaimana masyarakat membuat ekonomi kreatif baik dalam pementasan seni, ekonomi digital. Hanya menjual ide dan gagasan, salah satu ekonomi kreatif adalah Denpasar Festival yang menampilkan beragam pertunjukan baik yang modern maupun kontemporer dan melibatkan UMKM.

Pada kunjungan ini juga terjadi dialog terkait Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang mana untuk infrastuktur Kota Denpasar dibangun mandiri secara bertahap sejak tahun 2013, sehingga saat ini Kota Denpasar telah memiliki infrastruktur sendiri. Untuk maintenance infrastruktur dilakukan secara kolaborasi antara pegawai organik yang menangani proses penggantian perangkat TIK dan pihak ketiga untuk pekerjaan maintenance yang berat seperti penggantian kabel Fiber Optic (FO).

Selanjutnya rombongan juga mengunjungi ruang Damamaya Denpasar Cyber Monitor.Seperti halnya infrastruktur TIK, pembangunan ruang Damamaya Cyber Monitor juga dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama dilakukan alokasi ruang yang dibutuhkan, sedangkan untuk peralatan dan perangkat pendukung dilakukan secara bertahap. Salah satu yang ditampilkan adalah pengaduan yang masuk melalui aplikasi Pro Denpasar yang merupakan sarana partisipasi masyarakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan di Kota Denpasar juga telah diintegrasi dengan SP4N Lapor dengan cara meneruskan semua pelaporan yang diterima dari SP4N Lapor ke Pro Denpasar dan langsung diteruskan untuk ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Diakhir kunjungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palu menyerahkan Plakat Kota Palu ke Dinas Komunikasi, Informatika dan statistik Kota Palu dan dilakukan foto Bersama. (Novy_P/Diskominfopalu)