Kerja Bakti Diskominfo Kota Palu dalam Rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional
Palu – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023 yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palu melakukan Kerja Bakti di sepanjang Jalan Sisinga Mangaraja pada tanggal 21 Februari 2023. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) adalah hari nasional yang diperingati dalam rangka untuk mewujudkan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah yang dihasilkan setiap tahunnya. Kerja Bakti ini sebagai tindak lanjut dari Surat Wali Kota Palu, nomor: 000.1.51/0738/DLH/2023, tanggal 17 Februari 2023, tentang Pemberitahuan Kerja Bakti, yang membagi lokasi kerja bakti di beberapa jalan umum ke 41 Organisasi Perangkat Daerah dan 46 Kelurahan di Kota Palu. Kegiatan kerja bakti ini juga merupakan bagian dari “Ini aksiku mana aksimu”, yang disampaikan kepada OPD di lingkungan Pemerintah Kota Palu, Instansi / Lembaga / Pokmas / Mahasiswa yang dilaksanakan pada Hari Selasa, 21 Februari 2023 mulai dari jam 06.30-09.00 WITA, dengan membawa peralatan kebersihan masing-masing. Diskominfo sebagai salah satu OPD pada Pemerintah Kota Palu melaksanakan kegiatan kerja bakti ini sebagai bagian dari usaha untuk membawa Kota Palu semakin dekat meraih Adipura. Selain membersihkan sampah, kegiatan kerja bakti ini juga dimanfaatkan untuk mengedukasi warga tentang cara membuang sampah pada tempatnya. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar sehingga bukan sekedar menjadi kewajiban namun sebagai bagian dari nilai hidup masyarakat. Melansir situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sulawesi, sejarah Hari Peduli Sampah Nasional bermula dari peristiwa di tahun 2005 silam. Saat itu terjadi longsor gunungan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005. Peristiwa longsornya gunungan sampah TPA Leuwigajah tersebut menimpa perkampungan warga di Cilimus dan Pojok, Jawa Barat. Akibatnya lebih dari 100 nyawa meninggal dunia imbas tragedi longsoran TPA Leuwigajah. Tragedi ledakan TPA Leuwigajah terjadi akibat tingginya curah hujan dan ledakan gas metana dari tumpukan sampah di TPA. Sebanyak 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari TPA Leuwigajah. Selanjutnya, tanggal peristiwa tersebut dijadikan momentum untuk memperingati kepedulian terhadap masalah sampah. Sampai sekarang tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) setiap tahunnya. (aptika)
